Wednesday, January 12, 2011

KEBAIKAN SOLAT SECARA FIZIKAL

Selain sebagai tuntutan agama, amalan solat juga boleh memberi kita manfaat senaman minda dan jasmani dan memberi kita jiwa yang tenang dan sabar. Pergerakan solat yang dilakukan berulang kali setiap hari mampu dan menghindar dari segala penyakit jasmani seperti lemah jantung, darah tinggi, sakit sendi, sakit tulang, sakit mata dan berbagai penyakit fizikal yang lain.

1. POSISI PERTAMA
Berdiri lurus dan kedua tangan di angkat ke atas.
FAEDAH
Badan rasa mudah menanggung berat badan kerana beratnya terletak sama rata kepada dua kaki. Belakang lurus membuatkan badan kita tidak bongkok. Fikiran dapat dikawal dan lebih fokus. Pandangan mata ke tempat sujud , otot-otot atas dan bawah bahagian belakang akan merasa tenang dan rehat. Pusat otak yang atas dan bawah bersatu.

2. POSISI KEDUA
Berdiri betul serta membaca Al-Fatihah dan Surah
FAEDAH
Menimbulkan konsentrasi minda. Merehatkan kaki serta bahagian belakang, menimbulkan rasa rendah diri, khusyuk dan tawaduk. Dalam bacaan, hampir semuanya bunyi dalam bahasa arab dituturkan, menggerakkan dan menyelerakkan semua getaran dari 99 nama Allah dalam keadaan yang terkawal dan sempurna ke seluruh badan, fikiran dan jiwa. Getaran vokal panjang a,i,u merangsang hati, kelenjar thyroid, kelenjar pineal, ritunitary, kelenjar adrenal dan paru-paru, membersihkan dan mempertingkatkan perjalanan semua anggota tersebut.

3.POSISI KETIGA
Rukuk
FAEDAH
Merenggangkan otot-otot bahagian bawah belakang, paha dan betis. Darah dipam ke badan atas. Melembutkan otot-otot perut dan buah pinggang. Lama-kelamaan perbuatan ini akan mempertingkatkan lagi peribadi, menimbulkan kebaikan hati dan mengharmonikan batin.

4.POSISI KEEMPAT
Iktidal- berdiri lurus selepas rukuk
FAEDAH
Darah yang baru bergerak masuk ke dalam semasa perbuatan rukuk kembali ke keadaan asalnya dengan membawa bahan tidak berguna iaitu sisa-sisa tubuh. Badan mendapat semula kerehatan dan melepaskan ketegangan.

5.POSISI KELIMA
Sujud
FAEDAH
Lutut terbentuk sudut tepat membangunkan otot perut dan mengelakkan perut buncit. Menambah aliran darah ke bahagian atas badan, khususnya bahagian kepala (termasuk mata, telinga dan hidung) serta paru-paru. ‘Mental toxin’ minda dibersihkan oleh darah. Menyesuaikan dan mewajarkan kedudukan janin wanita hamil. Membetulkan alat peranakan wanita. Mengurangkan tekanan darah tinggi, menambah keanjalan sendi-sendi. Menghapuskan perasaan ego dan keangkuhan. Meningkatkan kesabaran dan tawakal kepada Allah. Meninggikan maqam roh dan menimbulkan tenaga jiwa yang tinggi ke seluruh badan. Kedudukan sujud ini adalah pati ibadat solat.

6.POSISI KEENAM
Duduk di antara dua sujud
FAEDAH
Tumit kaki kanan melentur serta berat kaki sebahagian badan terletak di atasnya. Posisi ini membantu mengeluarkan racun (toksin) dari hati jasmani dan menggerakkan tindakan otot pada usus besar. Wanita membiarkan kedua kaki mereka bertapak tegak ke atas, di bawah badan mereka. Posisi tubuh badan memberikan kerehatan selesa dan gerakan ini membantu penghadaman dengan menekan kandungan-kandungan perut ke bawah.

7.POSISI KETUJUH
Sujud kedua
FAEDAH
Memberikan pernafasan, peredaran darah dan nafas serta sistem urat saraf. Memberikan keringanan pada badan kebahagiaan emosi. Pengoksidaan seluruh badan lebih sempurna. Sistem urat saraf jadi lebih seimbang.

8.POSISI KELAPAN
Bangun semula dari sujud
FAEDAH
Peredaran darah kembali ke bahagian atas tubuh. Posisi ini membantu mengeluarkan keracunan (toksin) dari hati dan mengerakkan tindakan otot pada usus besar posisi tubuh. Ini memberikan kerehatan yang selesa dan gerakan ini membantu penghadaman dengan menekan kandungan-kandungan dalam perut ke bawah.

Monday, November 8, 2010

APAKAH KAMU AR-RIJAAL / LELAKI SEJATI?

oleh: fatma elly

ORANG SELALU BICARA TENTANG PEREMPUAN. Bagaimana menasehatinya, agar bertingkah laku baik. Berakhlak karimah. Tentu saja aku menyetujuinya.100%. Bukankah agama itu nasehat. Dan juga akhlak yang baik? Dan bagaimana pula Rasul shalallahu ‘alahi wassallam., memerintahkan untuk berwasiat kepada perempuan dengan baik-baik? Sebagaimana gambaran petikan hadis dari Ibnu Majah dan Tarmidzi itu?

Dan memang perempuan sebagai belahan dari kaum pria, haruslah berakhlak mulia.



NAMUN, satu hal yang ingin dibicarakan di sini, betapa kurang pembicaraan tentang lelaki. Padahal ia begitu sangat pentingnya untuk ikut pula dibicarakan dan diperbincangkan. Bukankah ia adalah seorang pemimpin? Bahkan bukan hanya sebagai pemimpin keluarga, perempuan, tapi juga pemimpin umat?



Sebagaimana yang dilukiskan dan digambarkan ayat-ayat ini:



“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka………..” (QS 4:34)



LALU lihatlah, bagaimana Allah telah menciptakan Adam as. sebagai khalifah di muka bumi:



“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi………….” (QS 2:30)



Lihatlah pula bagaimana para Rasul dan Nabi ‘alaihissalam itu terdiri dari para kaum lelaki:



“Kami (Allah) tidak pernah mengutus rasul yang sebelummu (Muhammad) melainkan orang-orang lelaki yang Kami berikan wahyu kepada mereka itu.” (QS 21:7)



Begitu pula para pemimpin. Sebagaimana Adam as. sebagai khalifah, maka kaum lelaki juga memegang estafet kepemimpinan:



“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah” (QS 21:73)



MALAH, pada mereka, sebagai khalifah dan pemimpin tersebut, dipikulkan amanat untuk memakmurkan bumi:



“…………………………………… Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya……………..” (QS 11:61)



Sebagai pemimpin, iapun harus bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya.



“Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang Imam, (kepala pemeritahan/Negara), pemimpin dan bertanggung-jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung-jawab atas kepemimpinannya. Seorang istri pemimpin dan bertanggung-jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertangung-jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung-jawab atas penggunaan harta ayahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



KARENA fokus pembicaraan tentang lelaki, maka titik tujunya pun pada kepemimpinan lelaki. Baik di eselon tertinggi sebagai kepala Negara atau pemerintahan terhadap rakyatnya, maupun di hierarki selanjutnya sebagai kepala keluarga, terhadap anak istrinya.



MELIHAT HAL ini, tentu kedudukan para lelaki ini sangatlah penting sekali. Urgen! Sebagai wakil Allah di muka bumi dan sebagai pemimpin untuk memakmurkan dan mensejahterakan mereka yang dipimpinnya lahir maupun batin. Dunia ataupun akhirat.



Tentu saja kepemimpinan seperti itu, kita dapati contoh terbaik nya di zaman tokoh ideal, contoh teladan yang baik, yaitu pada diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam..



Ini kita dapati pada informasi al Qur’an:



“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS 33:21)



Sehingga rakyat, masyarakat/umat yang dipimpinnya dinyatakan sebagai umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Umat yang adil dan pilihan, yang menjadi saksi atas perbuatan manusia, dan Rasul menjadi saksi atas perbuatan umatnya.



“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…………” (QS 3:110)



“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (pebuatan) kamu…….. “ (QS 2;143)



DEMIKIANLAH. Terdapatlah suatu umat yang menjadi model ideal untuk segala zaman!

Ini tidak hanya berdasarkan informasi Al Qur’an yang datangnya dari Allah sebagai pemilik kebenaran: (QS 2:147, QS 181,29, QS 5:48, dsbnya) tapi juga berdasarkan sejarah, yang datangnya dari manusia. Misalnya:

“Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini, kemudian yang sesudahnya dan yang sesudahnya……………….” (HR. Attirmidzi)



Kedua informasi ini adalah sesuatu yang diepercayai dan diyakini oleh orang-orang yang beriman. Ia datang melalui Al Quran dan Hadis yang dipercayai. Tapi belum tentu, dan tidak dipercayai, bagi yang lainnya. Kaum kafir atau mereka yang ragu-ragu, yang dihatinya ada berbagai penyakit. Yang gambarannya dapat kita temui pada Al Qur’an. Misalnya QS 2:8-20).



Tidak hanya dari kedua sumber tersebut kita melihat bagaimana baik dan adilnya masyarakat pada waktu itu, dalam kepemimpinan Rasul SAW., tapi juga melalui sejarah atau penyaksian manusia lainnya. Misalnya, bahkan dari kalangan Orientalis. Mereka yang melakukan kerja spesialisasi dalam bidang ilmu-ilmu keTimuran. Baik dari segi kepercayaan/agama, sejarah, budaya, bahasa dan lain-lainnya. Yang kemudian lebih menjurus kepada kepercaaan agama, yaitu Islam. Lahir di sekitar abad 18, di Barat. Tetapi kemudian ternyata, kadang memberi informasi yang keliru dan mengelirukan, hingga mendatangkan kerancuan bagi pemikiran sebahagian umat Islam atas kajian yang dilakukannya yang berkenaan dengan ilmu-ilmu keislaman, diri Rasul-Nya SAW..dan lain-lain.



Namun, karena sebahagian dari mereka, para orientalis tersebut, ada yang jujur, bahkan kemudian masuk islam di atas penelitian, pengkajian dan pembelajarannya itu, maka sebaiknya kita mengambil juga informasi tersebut, sebagai penguat dasar informasi Al Qur’an dan Al-Sunnah. Antara lain dari:



1) Gustave Lebon. 1841-1931. Terkenal sebagai ahli filsafat dan ilmu kemasyarakatan. Banyak karangannya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Dalam bukunya “Al-Hayat”, ia menguraikan kelebihan-kelebihan Muhammad dan tentang bangsa Arab di Timur. Dalam halaman 43 ia mengatakan:



“Sesungguhnya Muhammad, meskipun ia dituduh dengan berbagai tuduhan yang keji, namun ia telah tampil dengan hikmah yang melimpah ruah. Bersikap lapang dada, murah hati terhadap ahli dzimmah (warga negara non muslim), dan telah membebaskan beberapa negara yang luas sekali dari cengkeraman Romawi dan Parsi, serta mengangkat derajat warganya di atas semua warga dunia.”



“Dia menyampaikan dakwahnya itu dengan amanat kepada berbagai kabilah pengembara yang sudah terbius menyembah batu dan berhala, yang sudah tergelincir ke dalam kebatilan jahiliah, lalu ia menghimpun barisan mereka yang berserakan dan mempersatukan tekad bulat mereka yang sudah terpecah belah. Kemudian ia mengarahkan pandangan mereka pada pengabdian kepada Al-Khaliq. Maka menjadilah ia manusia terbaik di seluruh jagat raya ini, kedudukan, kebangsaan, kepemimpinan dan kenabiannya……”



2) Bernard Shaw: 1817-1902. Konon ia menulis buku dengan judul “Muhammad”, yang telah dibakar oleh pemerintah Inggris. Di antara isinya ialah:





”Dunia sangat membutuhkan seorang yang berpikiran seperti Muhammad. Nabi ini telah menempatkan agamanya dalam tempat terhormat dan tersanjung. Ia merupakan agama terkuat untuk menggulung semua peradaban, kekal abadi untuk selama-lamanya. Aku melihat banyak di antara bangsaku yang telah menganut agama ini dengan sadar, dan aku yakin agama ini akan menemukan lahan subur dalam benua ini, yaitu Eropa.” Di salah satu pernyataan lain, ia mengatakan:



“Kalau dunia ini ingin selamat dari kejahatan-kejahatannya, maka cepat-cepatlah ia memeluk agama ini. Ia suatu agama perdamaian, gotong-royong dan agama keadilan di bawah naungan syariat yang berperadaban dan teratur rapi. Tidak ada masalah apapun di dunia ini, melainkan dilukiskan dan ditimbang dengan timbangan yang tidak mengenal salah sama sekali. Aku telah menyusun sebuah buku dengan judul “Muhammad”, namun begitu ia diterbitkan langsung dilarang penyebarannya karena tradisi Inggris.” (Muhammad Di Mata Cendekiawan Barat”, Asy Syaikh Khalil Yasien, Gema Insani Press, 1989) Juga mengenai orientalisme dan para orientalisnya dapat dibaca pada buku:"Kanapa Palestina; Renungan Seorang Ibu", Fatma Elly, Establitz, 2008.



MASIH BANYAK lagi mereka lainnya, yang menyatakan kebenaran tersebut. Namun disini kita cukupkan dua contoh saja.



ZAMAN dimana peran kepemimpinan dari kaum lelaki, yang patut menjadi contoh teladan, selain tentunya di zaman Rasul SAW. tersebut, terdapat pula pada pemerintahan sahabat. Yang kemudian diteruskan dengan pemerintahan lainnya, dari mereka laki-laki yang betul-betul bisa kita kategorikan sebagai pemimpin umat atau juga pemimpin keluarga. Ar-Rijaal.



SALAH SATU contoh yang patut dikemukakan di sini, adalah pada masa Umar bin Abdul Aziz.



Umar bin Abdul Aziz menduduki singgasana Khalifah hanya selama dua setengah tahun, setelah kebobrokan yang melanda bani Umaiyah. Beliau berhasil membuat rakyatnya menjadi kaya dan makmur. Sehingga orang ingin mengeluarkan zakat terpaksa mundar-mandir ke sana-sini mencari orang-orang yang patut menerimanya. Tetapi, tidak juga menemukan. Sehingga terpaksa pulang ke rumah, membawa kembali zakat yang hendak dibagi-bagikan.



Tidak hanya kekayaan secara material yang dimiliki rakyat kala itu, tapi juga kekayaan mental spritiual. Rata-rata rakyat hidup dalam kemakmuran yang merata. Secara seimbang, jasmani maupun rohaninya. Negara yang aman makmur secara lahir batin. Di bawah lindungan Tuhan.



Beliau berkata: “Tidak ada artinya bahagia kehidupan seseorang di dunia ini, selama ia kelak tidak beroleh kebahagiaan di sisi Allah. Di negeri yang kekal abadi!” . (lihat buku: “Kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, K.H. Firdaus A. N., Publicita, 1977)



“Baldatun Thaiyibatun Wa Rabun Ghafur” (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”. (QS 34:15)



LALU SEKARANG yang jadi masalah, titik pangkal pembicaraan ini, apakah Ar-Rijaal seperti itu, masih ada, atau banyak terdapat di zaman seperti ini? bisa bertanggung-jawab sebagaimana mereka? bertanggung-jawab sesuai amanat yang telah diberikan dan mereka sepakat bersedia menerimanya? (lihat QS 33:72, QS 4:58, QS 4:34)

Monday, November 1, 2010

Sudikah kau terus menjadi IMAM di setiap SOLATKU...?




Nikmatilah Percintaan itu dgn caranya yg terindah


~PERKAHWINAN~

Satu ketika kau bertanya..
.......................

sudikah kau menjadi Makmum

disetiap solatku..

agar solatku lebih bermakna

dan terjaga hendaknya..


........................

sudikah kau menjadi Penjaga

diri dan maruahku

agar hidupku lebih tenang dan bahagia


.........................

sudikah kau menjadi Pendidik

hati dan jiwaku

agar rohaniku terisi hikmahNya

dan akhlakku terjaga hendaknya


..........................

sudikah kau menjadi Pemerhati

setiap gerak dan langkahku

agar aku tahu mana salah dan buruk lakuku


............................

sudikah kau menjadi Peneman

di kala suka dan duka ku

agar satu hari, jika ujian itu dtg

air mataku ada yg menghapuskan..


............................

sudikah kau menjadi Pembela

diriku dan agamaku

agar aku terus berada di atas jln yg benar


.............................

sudikah kau menjadi Penggerak

semangatku..

agar bila aku kelesuan

kau mampu memberi bantuan

walau hanya sekadar senyuman :)


.............................

Sudikah kau menjadi Sahabat

buat diriku..mendengar luahan hatiku

agar aku boleh berbicara apa sj dgn mu

tnpa rasa ragu..


...............................

Sudikah kau menjadi Penghibur

tika ku kesunyian

agar aku boleh ketawa riang


Satu ketika aku menjawab...


"Ya, Aku sudi..

Kerana kau pilihanku kerana ILLAHI

dan Kau juga memilihku kerana petunjuk RABBI"



Tetapi,

aku kembalikan soalan ini kepadamu..


................................

sudikah kau terus menjadi IMAM di setiap SOLATKU?


jika aku sudah tidak seperti dulu?


.................................

Sudikah kau pula menjadi

Imam, Penjaga, Pendidik

Pemerhati, Peneman, Pembela

Penggerak, Sahabat dan Penghiburku


Jika suatu ketika nanti

aku sudah tidak mampu lagi menjadi

Makmum di setiap solatmu..


Jika aku sudah tidak mampu lagi

menjagamu,

menemanimu

memerhatikanmu,

mendidikmu

membelamu,

menggerakkanmu

menjadi sahabatmu dan

menghiburkanmu


Sudikah kamu wahai .....................?


Aku percaya..kau masih sudi..


"Kerana Aku pilihanmu kerana ILLAHI

dan Aku juga telah memilihmu kerana petunjuk RABBI"


Nikmatilah Percintaan itu dgn caranya yg terindah

~PERKAHWINAN~


COPY FROM : NUR HIDAYAH KAMSANI

Friday, October 29, 2010

12 Perkaitan Aurat Wanita Dalam Islam



1. Bulu kening - Menurut Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening – Petikan dari Hadis Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.

2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng - Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31. Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng…

.3. Wangian - Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong kapal kata orang sekarang hidong belang – Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.

4. Dada - Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.

5. Gigi – Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.

6. Muka dan leher – Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Muka dan Tangan – Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja – Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.

8. Tangan – Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.

9. Mata – Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.

Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi

10. Mulut (suara) - Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik – Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.

Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi – Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.

11. Kemaluan - Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.

Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya – Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.

Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah – Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.

12. Pakaian – Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.

Kelebihan Orang Yang Menyebarkan Ilmu



Ibnu Majah meriwayatkan daripada Sahal bin Mu’az bin Anas, daripada bapanya bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda : “Barangsiapa yang mengajarkan satu ilmu maka baginya pahala orang yang mengamalkannya sedangkan tidak mengurangkan pahala orang yang mengamalkannya.” (Ibnu Majah)

Banyak kelebihan yang dikurniakan kepada orang yang menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan berguna. Ini kerana usaha mengajar dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan membawa kebajikan kepada masyarakat adalah amat tinggi nilainya di sisi Islam. Orang yang mengajar ilmu kepada orang lain bilamana orang yang diajar itu mengamalkannya, dia juga akan diberi ganjaran pahala tanpa mengurangkan pahala pengamalnya.


Sampaikan Walaupun Sepotong Ayat

Sunday, October 24, 2010

Doa Selepas Wudhuk




Nabi bersabda, "Sesiapa yang mengambil wuduk dengan sempurna kemudian dia berdoa, Asyhadu al laa ilaaha illAllah wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'Abdahu wa rasulluh, Allah hummaj 'alni minat tawwaabin, waj'alni minal mutatohhiriin, akan dibuka untuknya kesemua lapan pintu-pintu syurga agar dia memasukinya dari mana yang dia suka." (HR Al-Tirmizi)

Allahumma ajir ni minan naar...



Dari Muslim bin Al Harits Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika engkau telah selesai solat maghrib, bacalah: “Allahumma ajir ni minan naar”  (Ya Allah jauhkanlah aku dari api neraka) sebanyak tujuh kali. Jika engkau membacanya lalu mati pada malam hari maka dicatat bagimu perlindungan dari api nereka. Jika engkau membacanya setelah solat subuh, jika engkau mati pada hari itu maka dicatat bagimu perlindungan dari api neraka.” (HR. Abu Daud,  No. 5079.  Imam Ahmad, No. 17362.  Ibnu Hibban, No. 2056, beliau menshahihkannya. Dalam Kitab Raudhatul Muhadditsin, disebutkan bahwa hadits ini hasan, Juz. 11, Hal. 358, No. 5358.   Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkannya dalam As Silsilah Adh Dhaifah No. 1624. Darul Ma’arif)


Imam al-Nawawi menegaskan dalam kitabnya al-Azkar: Para ulama yang terdiri daripada pakar fiqh, pakar hadith dan lain-lain menegaskan: harus malah digalakkan beramal dengan al-fadhail, al-targhib dan tarhib menerusi hadith dhaif selagi ia bukan hadith maudhu’ (palsu). Manakala hukum seperti halal, haram, jual beli, nikah, talak dan lain-lain yang berhubung dengannya tidak boleh beramal melainkan menerusi hadith sahih dan hasan.


Al-Imam al-Nawawi menegaskan dalam kitab al-Majmu’: Para ulama menegaskan: hadith mempunyai tiga bahagian iaitu sahih, hasan dan dhaif. Mereka menegaskan lagi: Sesungguhnya hadith yang harus dijadikan hujah (dalil) dalam bidang hukum ialah hadith sahih atau hasan. Manakala hadith dhaif tidak boleh dijadikan hujah atau dalil dalam bidang hukum-hukum dan akidah, tetapi harus meriwayatkan dan beramal dengannya dalam bidang yang lain daripada hukum-hukum, seperti certa-cerita, keutamaan mana-mana ibadah, targhib dan tarhib. (al-Nawawi, Mahyuddin Yahya bin Syaraf, al-Majmu Sharh al-Muhazzab, Mesir; matba`ah al-Imam, jld. 1, hlm. 59)

Baca Ayat Kursi Selepas Solat




Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai solat wajib, maka tidak akan ada yang mencegahnya untuk masuk syurga, kecuali kematian.” (HR. An Nasa’i)

Zikir Selepas Solat



Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa yang bertasbih (membaca Subhanallah) pada setiap selesai solat 33 kali, tahmid (membaca Alhamdulillah) 33 kali, dan takbir (membaca Allahu Akbar) 33 kali, dan semuanya berjumlah 99.” Nabi bersabda: “Disempurnakan menjadi 100 dengan membaca Laa Ilaaha Illallah Wahdahu Laa Syariikalah Lahul Mulku wa lahul Hamdu wa Huwa ‘Ala Kulli Syai’in Qadir, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)

Wednesday, October 20, 2010

Sesudah Asar...

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka yang sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati,maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaikuntuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.



TANDA 40 HARI Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.Maka Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi Malaikat Maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi,mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika.Adapun Malaikat Maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yangakan dicabutnya.



TANDA 7 HARI

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.



TANDA 3 HARI

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam.Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.



TANDA 1 HARI

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.



TANDA AKHIR

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula. Sesungguhnya mengingati mati itu adalah bijak.